Blog Senk Mbahas Tentang Sembarang Kaler Mugo-Mugo Bermanfaat.Amin Dan semua isi postingan boleh dicopy atau disebarkan terima kasih

Posted on Minggu, 17 April 2011

MAKALAH BERSIKAP RAMAH-TAMAH DALAM KEPERAWATAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Mutu pelayanan rumah sakit berkaitan dengan mutu pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan bagian utama dari pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien, oleh karena itu kualitas pelayanan keperawatan sangat dipengaruhi oleh keefektifan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien sehingga mutu pelayanan keperawatan yang baik diharapkan pasien akan merasa puas sehingga pasien akan kembali ke rumah sakit tersebut jika membutuhkan pelayanan kesehatan. Dalam upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan dalam rumah sakit harus ada tolak ukurnya. Salah satu indikator bahwa mutu asuhan keperawatan adalah kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan sebagai jasa pelayanan.
Kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku petugas. Ketrampilan yang diberikan perawat, pemberian info yang jelas pada pasien dan keluarganya, fasilitas rumah sakit, rasa empati yang diberikan oleh perawat pada pasien, penampilan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan, sikap ramah-tamah kepada pasien, prosedur yang mudah bagi pasien.
Keramah-tamahan merupakan hal yang sangat utama dalam pelayanan kesehatan. Impian masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang ramah dari pelaku kesehatan sangat tinggi.
Kepuasan pasien masing-masing pasien berbeda-beda karena perkembangan jaman yang semakin maju, pendidikan yang lebih tinggi, pengalaman juga materi yang berlebih menjadikan semakin banyaknya tuntunan yang diajukan, maka merupakan tantangan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan
1.2    Rumusan Masalah
Bagaimana bersikap ramah-tamah dalam keperawatan?
1.3    Tujuan Makalah
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui cara bersikap ramah-tamah dalam keperawatan.
2.      Tujuan Khusus
Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan perawat untuk bersikap ramah-tamah dalam keperawatan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Kualitas Pelayanan Keperawatan
Keperawatan sudah banyak didefinisikan oleh para ahli, dan menurut Herderson (1966, dalam Kozier et al, 1997) menjelaskan keperawatan sebagai kegiatan membantu individu sehat atau sakit dalam melakukan upaya aktivitas untuk membuat individu tersebut sehat atau sembuh dari sakit atau meninggal dengan tenang (jika tidak dapat disembuhkan), atau membantu apa yang seharusnya dilakukan apabila ia mempunyai cukup kekuatan, keinginan, atau pengetahuan.
Sedangkan Kelompok Kerja Keperawatan (1992) menyatakan bahwa keperawatan adalah suatu bentuk layanan profesional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan, berbentuk layanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat, yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Layanan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan dalam melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri.
Pelayanan Keperawatan yang diberikan kepada pasien menimbulkan adanya interaksi antara perawat dan pasien, sehingga perlu diperhatikan kualitas hubungan antara perawat dan pasien. Hubungan ini dimulai sejak pasien masuk rumah sakit. Kozier et al (1997) menyatakan bahwa hubungan perawat-pasien menjadi inti dalam pemberian asuhan keperawatan, karena keberhasilan penyembuhan dan peningkatan kesehatan pasien sangat dipengaruhi oleh hubungan perawat-pasien. Oleh karena itu metode pemberian asuhan keperawatan harus memfasilitasi efektifnya hubungan tersebut. Konsep yang mendasari hubungan perawat pasien adalah hubungan saling percaya, sikap ramah-tamah, empati, caring, otonomi, dan mutualitas.
2.2    Aspek-aspek Kualitas Pelayanan Keperawatan
Menurut Depkes RI (dalam Onny, 1985) telah menetapkan bahwa pelayanan perawatan dikatakan berkualitas baik apabila perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan aspek-aspek dasar perawatan. Aspek dasar tersebut meliputi aspek penerimaan, perhatian, tanggung jawab, komuniksi dan kerjasama. Selanjutnya masing-masing aspek dijelaskan sebagai berikut:
1.      Aspek penerimaan
Aspek ini meliputi sikap perawat yang selalu ramah, periang, selalu tersenyum, menyapa semua pasien. Perawat perlu memiliki minat terhadap orang lain, menerima pasien tanpa membedakan golongan, pangkat, latar belakang sosial ekonomi dan budaya, sehingga pribadi utuh. Agar dapat melakukan pelayanan sesuai aspek penerimaan perawat harus memiliki minat terhadap orang lain dan memiliki wawasan luas.

2.   Aspek perhatian
Aspek ini meliputi sikap perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan perlu bersikap sabar, murah hati dalam arti bersedia memberikan bantuan dan pertolongan kepada pasien dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan, memiliki sensitivitas dan peka terhadap setiap perubahan pasien, mau mengerti terhadap kecemasan dan ketakutan pasien.
3.   Aspek Komunikasi
Aspek ini meliputi sikap perawat yang harus bisa melakukan komunikasi yang baik dengan pasien, dan keluarga pasien. Adanya komunikasi yang saling berinteraksi antara pasien dengan perawat, dan adanya hubungan yang baik dengan keluarga pasien.
4.   Aspek kerjasama
Aspek ini meliputi sikap perawat yang harus mampu melakukan kerjasama yang baik dengan pasien dan keluarga pasien.
5.   Aspek tanggung jawab
Aspek ini meliputi sikap perawat yang jujur, tekun dalam tugas, mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam tugas, konsisten serta tepat dalam bertindak.
 
2.3    Tindakan Perawat Untuk Meningkatkan Kepuasan Pasien
Soegiarto (1999) menyebutkan lima aspek yang harus dimiliki Industri jasa pelayanan, yaitu :
1.   Cepat, waktu yang digunakan dalam melayani tamu minimal sama dengan batas waktu standar. Merupakan batas waktu kunjung dirumah sakit yang sudah ditentukan waktunya.
2.   Tepat, kecepatan tanpa ketepatan dalam bekerja tidak menjamin kepuasan konsumen. Bagaimana perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien yaitu tepat memberikan bantuan dengan keluhan-keluhan dari pasien.
3.   Aman, rasa aman meliputi aman secara fisik dan psikis selama pengkonsumsian suatu poduk atau. Dalam memberikan pelayanan jasa yaitu memperhatikan keamanan pasien dan memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada pasien sehingga memberikan rasa aman kepada pasien.
4.   Ramah-tamah, menghargai dan menghormati konsumen, bahkan pada saat pelanggan menyampaikan keluhan. Perawat selalu ramah dalam menerima keluhan tanpa emosi yang tinggi sehingga pasien akan merasa senang dan menyukai pelayanan dari perawat.
5.   Nyaman, rasa nyaman timbul jika seseorang merasa diterima apa adanya. Pasien yang membutuhkan kenyaman baik dari ruang rawat inap maupun situasi dan kondisi yang nyaman sehingga pasien akan merasakan kenyamanan dalam proses penyembuhannya.

 2.4    Sikap Ramah-Tamah

Salah satu perwujudan sikap ramah-tamah dalam keperawatan adalah sikap mudah tersenyum kepada pasien.

Senyum merupakan sikap yang mudah, ceria, ringan dan sederhana untuk dilakukan disamping itu senyum adalah murah, tidak usah membeli dan persediannya luar biasa banyaknya. Senyuman mengandung samudera hikmah atau kemanfaatan yang luar biasa baik bagi pemberi maupun penerimanya. Keluarbiasaan senyuman sebagai sebuah kekuatan universal yang menarik sekali, karena senyuman akan menunjukkan hal yang positif. Senyum yang tulus dengan hati terbuka akan memancarkan sikap mental yang positif. Akan memancar kehangatan dari orang tersebut. Sebuah perasaan (feeling) yang mudah menular. Juga menunjukkan keterbukaan dengan orang lain. Terasa sebuah perasaan keyakinan (confident) akan hidup dan yang terasa lainnya, apapun yang dikatakan akan terasa lebih manis, enak didengar dan menyenangkan bagi orang lain.

Seorang perawat juga hendaknya memiliki senyuman yang tulus yang mampu memotivasi  pasien-pasien yang ditanganinya. Selain itu senyuman merupakan modal utama bagi seorang perawat dalam bersosialisasi dengan lingkungan rumah sakit atau lingkungan kerja. Senyum seorang perawat terhadap pasiennya sangat penting karena senyum perawat membuat pasien nyaman dalam menjalani pengobatan. 

Beberapa hal tentang senyum adalah:

  1. Senyum itu murah, tetapi menciptakan banyak hal yang baik
  2. Senyum itu menguntungkan bagi yang menerima, tanpa merugikan yang memberi
  3. Senyum itu terjadi sekejap dan kesannya kadangkala tidak akan pernah berakhir selamanya, artinya senyum yang hanya sekejap diperlihatkan itu mempunyai kesan yang mendalam seolah tidak akan bisa terlupakan.
Agar suatu rumah sakit atau jasa pelayanan kesehatan terhindar dari sebutan tidak ramah, maka perlu adanya beberapa langkah konkrit yang dapat dimulai dengan hal yang paling mudah yaitu dengan senyum. Senyuman yang dimaksud adalah senyuman yang murni dan tulus dari dalam lubuk hati, bukan senyum yang dibuat-buat.
Sikap ramah-tamah yang lain adalah sikap menghargai dan menghormati konsumen tanpa melihat latar berlakang sosialnya, bahkan pada saat pasien menyampaikan keluhan. Perawat selalu ramah dalam menerima keluhan tanpa emosi yang tinggi sehingga pasien akan merasa senang dan menyukai pelayanan dari perawat.
Kemudian sikap mau mendengarkan pertanyaan pasien seputar penyakit mereka, perkembangan penyakit mereka, dan obat yang harus mereka konsumsi, hingga dampak pengobatan yang harus mereka alami. Sikap memberikan jawaban tentang penyakit yang diderita pasien dengan baik dan terbuka diminta ataupun tanpa diminta pasien.
Selain itu adalah sikap mudah bertegur sapa tentang keadaan pasien, misalnya kondisi pasien saat ini, perkembangan pengobatan pasien apakah sudah lebih baik, kemudian tentang apakah pasien dalam keadaan tidak nyaman dengan keadaan pengobatan dan keinginan-keinginan pasien yang mungkin bisa terpenuhi.
Sikap ramah-tamah sangat besar peranannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan juga dalam mempercepat proses kesembuhan pasien.

 
BAB III
PENUTUP

3.1        Kesimpulan
Kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku petugas. Ketrampilan yang diberikan perawat, pemberian info yang jelas pada pasien dan keluarganya, fasilitas rumah sakit, rasa empati yang diberikan oleh perawat pada pasien, penampilan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan, sikap ramah-tamah kepada pasien, prosedur yang mudah bagi pasien.
Keramahtamahan merupakan hal yang sangat utama dalam pelayanan kesehatan. Impian masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang ramah dari pelaku kesehatan sangat tinggi. Sikap ramah-tamah sangat besar peranannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan juga dalam mempercepat proses kesembuhan pasien.
3.2        Saran
Salah satu sikap yang menunjukkan keramahtamahan dalam keperawatan adalah sikap mudah tersenyum. Sikap ini sangat mudah dilakukan, tidak memerlukan training untuk bisa melakukan senyum, tidak memerlukan biaya alias gratis, tersedia sebanyak yang kita inginkan. Untuk itu setiap tenaga kesehatan disarankan agar mudah memberikan senyum kepada pasien karena efeknya sangat besar tehadap proses penyembuhan pasien.

DAFTAR PUSTAKA


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...