Blog Senk Mbahas Tentang Sembarang Kaler Mugo-Mugo Bermanfaat.Amin Dan semua isi postingan boleh dicopy atau disebarkan terima kasih

Posted on Kamis, 03 Mei 2012

Pesona Edu, Software Lokal yang Mendunia

TEMPO.CO , Jakarta - Anggapan bahwa perangkat lunak buatan anak negeri tidak dapat bersaing dengan produk dari negara lain dipatahkan oleh PT Pesona Edukasi dengan produknya, Pesona Edu.
Software edukasi ini sekarang tidak hanya digunakan di 7.500 sekolah di Indonesia, namun juga di 2.500 sekolah di 24 negara lain seperti Singapura, Malaysia,Kanada, Jepang, Australia, Korea, hingga Amerika.
"Negara yang paling massif menggunakannya adalah Belanda, mencapai 1.900 sekolah,"ujar Hary S. Candra, Pendiri sekaligus Marketing Director PT Pesona Edukasi ketika ditemui di sela acara Indosat Internet di Gedung Indosat, Medan Merdeka, Rabu, 2 Mei 2012
Pesona Edu adalah software yang berisi bahan mata pelajaran Matematika dan Sains untuk tingkat SD hingga SMA. Yang menarik, materi diberikan dalam animasi yang interaktif. Misalnya saja dalam materi Fisika, murid dapat membandingkan gerakan bandul di bumi dan bulan yang memiliki gravitasi berbeda, hanya dengan menggeser animasi bandul di komputer.

Hary mangatakan software ini memudahkan guru untuk menerangkan materi yang sulit diajarkan bila hanya mengandalkan lisan atau tulisan. "Sementara cara ini pasti lebih menarik bagi murid," ujarnya menambahkan.
Hary menyatakan pihaknya telah merintis software ini sejak 1986, dengan hanya tiga orang karyawan. Namun saat ini PT Pesona Edukasi telah memiliki 75 pegawai, 35 di antaranya adalah pengembang software dan 30 orang merupakan tenaga pendidikan dari IKIP yang bertugas memeriksa konten dalam sodtware.
Hary mengatakan pihaknya memang kerap dipandang sebelah mata saat mengenalkan software ini di luar negeri. "Awalnya mereka menyangsikan kemampuan software asal Indonesia, namun setelah kami presentasi, penilaian mereka berubah," ujarnya.
Software untuk satu mata pelajaran selama setahun untuk satu tingkat kelas dihargai Rp 5 juta.
Di Indonesia, 95 persen konsumen software yang mulai dipasarkan sejak 2001 ini berasal dari pemerintah daerah yang mengalokasikannya untuk sekolah negeri, sementara sisanya berasal dari sekolah swasta.
Hary mengatakan saat ini penetrasi software ini baru mencapai tiga persen dari seluruh sekolah di Indonesia. "Target kami per tahun ada dua ribu sekolah Indonesia yang menggunakan software ini," ujarnya. Namun menurutnya hambatan untuk memenuhi target ini adalah tidak meratanya kemampuan sekolah dalam pengadaan hardware maupun masalah konektivitas.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...